Berita

PENYERAHAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI KABUPATEN MELAWI

PENYERAHAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI KABUPATEN MELAWI

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan Bantuan berupa Makanan Siap Saji, Makanan Tambahan Gizi, Lauk Pauk, Matras, Selimut, Perlengkapan Bayi dan Perlengkapan Keluarga kepada Masyarakat terdampak Bencana Alam Banjir di Kabupaten Melawi

Penyerahan bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ini di salurkan secara simbolis oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Barat, CH. Lumano., SE., M.Si kepada Bupati Melawi, Pandji., S.Sos yang didampingi oleh Plt. Sekda Melawi. pada hari Rabu 14 Juli 2020

Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat 12.652 KK terdampak banjir yang tersebar di 11 Kecamatan diantaranya Nanga Pinoh, Tanah Pinoh Barat, Tanah Pinoh, Sokan, Satan, Menukung, Ela Hilir, Pinoh Utara, Belimbing, Belimbing Hulu dan Pinoh Selatan

PENYERAHAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI KABUPATEN SINTANG

PENYERAHAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK BANJIR DI KABUPATEN SINTANG

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan Bantuan berupa Makanan Siap Saji, Makanan Tambahan Gizi, Lauk Pauk, Matras, Selimut, Perlengkapan Bayi dan Perlengkapan Keluarga kepada Masyarakat terdampak Bencana Alam Banjir di Kabupaten Sintang

Penyerahan bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ini di salurkan secara simbolis oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Barat, CH. Lumano., SE., M.Si kepada Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno, M.Med.Ph. pada hari Rabu 14 Juli 2020

Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat 8.133 KK terdampak banjir yang tersebar di Kecamatan Ambalau (8 Desa), Dedai (5 Desa), Kayan Hilir (20 Desa) dan Serawai (25 Desa).

PENYERAHAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK TANAH LONGSOR DI KABUPATEN MEMPAWAH

PENYERAHAN BANTUAN KEPADA MASYARAKAT TERDAMPAK TANAH LONGSOR DI KABUPATEN MEMPAWAH

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan Bantuan berupa Matras kepada Masyarakat terdampak Bencana Tanah Longsor di Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi

Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat 15 KK dengan 67 Jiwa dan 1 Unit Rumah Penduduk rusak berat akibat bencana Tanah Longsor ini.

BANTUAN LOGISTIK DALAM RANGKA PENGUATAN KELEMBAGAAN BPBD DI KAB/KOTA

BANTUAN LOGISTIK DALAM RANGKA PENGUATAN KELEMBAGAAN BPBD DI KAB/KOTA

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui BPBD Provinsi Kalimantan Barat telah menyerahkan Bantuan Logistik Kebencanaan kepada BPBD Kabupaten/Kota dalam rangka penguatan kelembagaan bencana di daerah pada hari Kamis 9 Juli 2020 bertempat di Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Barat Jalan Adisucipto Pontianak.

Wilayah Provinsi Kalimantan Barat memiliki Potensi bencana antara lain Karhutla, banjir, angin puting beliung dan pandemi penyakit menular (Demam Berdarah dan Rabies ), oleh karena itu BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota harus selalu siaga dalam bidang logistik kebencanaan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang menjadi korban / terdampak bencana karena hal ini menjadi penting sebagai wujud negara hadir di tengah msyarakat yg mengalami bencana.
Untuk mengantisipasi kebutuhan logistik di daerah, BNPB RI mendistribusikan Logistik ( Paket makanan siap saji, Makanan Tambahan Gizi, Lauk Pauk, Masker, Selimut, Matras, Palet Perlengkapan Keluarga, Perlengkapan Bayi, serta Kebersihan Keluarga ) Kepada BPBD Prov/Kab/Kota dalam rangka penguatan kelembagaan bencana di daerah.
Dengan adanya bantuan ini diharapkan ketika bencana terjadi di kab/kota logistik dapat di salurkan kepada korban dgn tepat waktu, tepat lokasi, tepat sasaran, tepat jumlah dan dapat dipertangungjawabkan.

PENYERAHAN BANTUAN KORBAN BENCANA PUTING BELIUNG DI KAB. BENGKAYANG

PENYERAHAN BANTUAN KORBAN BENCANA PUTING BELIUNG DI KAB. BENGKAYANG

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui BPBD Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Desa Samalantan Kabupaten Bengkayang yang terdampak bencana Puting Beliung yang terjadi pada pukul 14.45 WIB 8 Juli 2020.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun sampai dengan pukul 21.00 WIB, dampak dari kejadian bencana Puting Beliung ini adalah 1 Orang Korban Luka, 1 KK Mengungsi, 21 KK terdampak, 1 Unit Rumah rusak berat dan 14 Unit Rumah Rusak sedang dan ringan.

KARAKTERISTIK BENCANA BATINGSOR

Secara umum, pemahaman karakteristik bencana merupakan aspek fundamental dalam upaya penanggulangan bencana. Karakteristik bencana yang mengancam sebagian besar wilayah tanah air khususnya di Provinsi Kalimantan Barat perlu dipahami dengan baik, karena salah satu penyebab timbulnya kerugian dan penderitaan yang cukup berat adalah kurangnya pemahaman terhadap karakteristik ancaman bencanam, sehingga masyarakat kurang siap menghadapinya. 

Kita dapat mulai mengenali gejala yang ditimbulkan pada masa-masa awal sebelum kejadian bencana tersebut datang. Dengam mengetahui dan mengenal ciri-ciri awal dari suatu bencana khususnya bencana yang disebabkan oleh kejadian alam seperti bencana BATINGSOR (Banjir, Angin Puting Beliun dan Tanah Longsor) kita bisa atau dapat melakukan upaya mitigasi untuk mengatasi dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana BATINGSOR dimaksud, minimal untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan akibat bencana itu sendiri.

Berikut kami sampaikan link bahan terkait karakteristik bencana BATINGSOR dan upaya-upaya mitigasi yang bisa dilakukan dalam rangka mengantisipasi dan mengurangi dampak yang timbul oleh bencana BATINGSOR.

https://ejabpbdkalbar.com/wp-content/dload/KARAKTERISTIK_BENCANA_BATINGSOR_BANJIRPUTTING_BELIUNGTANAH_LONGSOR.pdf

Penulis : Edi Susanto

Posted in PRB

KONSEP DESA BANJIR 2019

Wilayah Kalimantan Barat memiliki 471 Desa/Kelurahan yang berpotensi tinggi terjadinya banjir yang tersebar di 104 Kecamatan. Wilayah-wilayah ini bisa saja bertambah jumlahnya mengingat kondisi bentang alam dan cuaca di Kalimantan khususnya Kalimantan Barat.

Pada masa kini, Kalimantan Barat mengalami degradasi hutan yang terjadi secara terus menerus baik yang disebabkan oleh pembukaan perkebunan berskala besar maupun akibat perambahan hutan yang berlangsung secara terus menerus sehingga wilayah tangkapan hijau semakin berkurang yang menyebabkan curah hujan tidak lagi dapat diserap oleh tanah yang kemudian berakhir dengan kejadian banjir.

BPBD Provinsi Kalimantan Barat telah melakukan pengumpulan data terkait daerah-daerah yang memiliki potensi tinggi banjir di Kalimantan Barat. Adapun data dimaksud dapat diunduh pada link berikut ini : https://ejabpbdkalbar.com/download/Konsep_Desa_Banjir_2019.docx

Penulis : Edi Susanto

Posted in PRB

SUNGAI ADONG DI KAB. LANDAK MELUAP

SUNGAI ADONG DI KAB. LANDAK MELUAP

Sungai Adong di Kabupaten Landak meluap yang diakibatkan oleh debit air yang terus naik setelah hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Kecamatan Jelimpo sejak Hari Selasa 25 Februari 2020 pukul 18.00 WIB hingga Rabu 26 Februari pukul 01.00 WIB sehingga mengakibatkan tiga Dusun di dua Desa terendam banjir.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Landak, sedikitnya kurang lebih 93 rumah warga terendam dan 103 Kepala Keluarga/340 jiwa terdampak banjir dengan ketinggian air berkisar antara 10 -100 centimeter. Selain itu, Banjir juga menyebabkan satu jembatan beton terputus.

Adapun wilayah yang terdampak Banjir meliputi Dusun Karangan Mas dan Dusun Adong 1 di Desa Tubang Raeng serta Dusun Adong 2 di Desa Pawis Hilir. (onox77)

PERINGATAN DINI POTENSI HUJAN PADA TANGGAL 16-21 FEBRUARI 2020

PERINGATAN DINI POTENSI HUJAN PADA TANGGAL 16-21 FEBRUARI 2020

Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini Potensi Hujan yang diprakirakan akan terjadi dari tanggal 16 sampai dengan 21 Februari 2020. Menindaklanjuti peringatan dini tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan arahan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota dan Jajaran Pemerintah Daerah serta Pemangku Kepentingan khususnya pada wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Sebagian Besar Kalimantan dan Sulawesi serta Papua dan Paua Barat untuk dapat melaksanakan hal-hal sebagai berikut :

  1. Melakukan susur sungai untuk menghilangkan potensi terjadinya banjir/banjir bandang karena kerusakan lahan/hutan ataupun terhambatnya aliran sungai akibat sampah;
  2. Meningkatkan kewaspadaan bencana banjir, banjir bandang dan longsor;
  3. Selanjutnya jika terlihat kondisi potensi bencana yang cukup signifikan agar mendekatkan sumberdaya Penanggulangan Bencana pada lokasi potensi bencana dan melakukan evakuasi warga untuk mengurangi resiko bencana;
  4. Dalam hal adanya potensi kejadian banjir/longsor, segera tetapkan status Siaga Darurat dan Aktifkan Sistem Komando dan Posko Provinsi/Kabupaten/Kota;
  5. Aktif berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG/Dinas ESDM/Dinas PU Provinsi/Kabupaten/Kota bersama Stakeholder lainnya untuk mendapatkan informasi ancaman dan melakukan penyebarluasan informasi peringatan dini bahaya banjir/longsor sampai kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang resiko tinggi bencana banjir dan tanah longsor. (onox77.red)

PEMULANGAN WNI KE DAERAH ASAL YANG DI OBSERVASI DI NATUNA

PEMULANGAN WNI KE DAERAH ASAL YANG DI OBSERVASI DI NATUNA

Sebanyak 243 WNI yang terdiri dari 238 Warga dan 5 KBRI telah dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing dari Natuna. Pemulangan 234 WNI ini dilakukan setelah mengikuti proses observasi selama dua pekan melalui prosedur yang telah ditetapkan WHO secara ketat.

Proses pemulangan 234 WNI tersebut dilakukan dengan menggunakan tiga pesawat milik TNI yang terdiri dari dua pesawat jenis Boeing dan satu jenis Hercules yang diberangkatkan dari Lanud Raden Sadjad Ranai Natuna, Kepulauan Riau menuju Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta. Setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, mereka akan dijemput oleh perwakilan pemerintah Provinsi masing-masing untuk kemudian didampingi sampai ke kampung halaman.

Seperti dilansir RRI.co.id, World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia menilai positif kinerja cepat dari Pemerintah Indonesia terkait penyelamatan WNI dari ancaman wabah Virus Corona (2019-nCov) dengan proses yang tepat sesuai rekomendasi protokoler WHO. Selain itu, WHO juga berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia khususnyua Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta TNI atas kinerja yang luar biasa dalam rangka menjamin keselamatan dan kesehatan para warganya. (onox77.red)