Berita

PERINGATAN DINI POTENSI HUJAN PADA TANGGAL 16-21 FEBRUARI 2020

PERINGATAN DINI POTENSI HUJAN PADA TANGGAL 16-21 FEBRUARI 2020

Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini Potensi Hujan yang diprakirakan akan terjadi dari tanggal 16 sampai dengan 21 Februari 2020. Menindaklanjuti peringatan dini tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana memberikan arahan kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota dan Jajaran Pemerintah Daerah serta Pemangku Kepentingan khususnya pada wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Sebagian Besar Kalimantan dan Sulawesi serta Papua dan Paua Barat untuk dapat melaksanakan hal-hal sebagai berikut :

  1. Melakukan susur sungai untuk menghilangkan potensi terjadinya banjir/banjir bandang karena kerusakan lahan/hutan ataupun terhambatnya aliran sungai akibat sampah;
  2. Meningkatkan kewaspadaan bencana banjir, banjir bandang dan longsor;
  3. Selanjutnya jika terlihat kondisi potensi bencana yang cukup signifikan agar mendekatkan sumberdaya Penanggulangan Bencana pada lokasi potensi bencana dan melakukan evakuasi warga untuk mengurangi resiko bencana;
  4. Dalam hal adanya potensi kejadian banjir/longsor, segera tetapkan status Siaga Darurat dan Aktifkan Sistem Komando dan Posko Provinsi/Kabupaten/Kota;
  5. Aktif berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG/Dinas ESDM/Dinas PU Provinsi/Kabupaten/Kota bersama Stakeholder lainnya untuk mendapatkan informasi ancaman dan melakukan penyebarluasan informasi peringatan dini bahaya banjir/longsor sampai kepada masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah yang resiko tinggi bencana banjir dan tanah longsor. (onox77.red)

PEMULANGAN WNI KE DAERAH ASAL YANG DI OBSERVASI DI NATUNA

PEMULANGAN WNI KE DAERAH ASAL YANG DI OBSERVASI DI NATUNA

Sebanyak 243 WNI yang terdiri dari 238 Warga dan 5 KBRI telah dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing dari Natuna. Pemulangan 234 WNI ini dilakukan setelah mengikuti proses observasi selama dua pekan melalui prosedur yang telah ditetapkan WHO secara ketat.

Proses pemulangan 234 WNI tersebut dilakukan dengan menggunakan tiga pesawat milik TNI yang terdiri dari dua pesawat jenis Boeing dan satu jenis Hercules yang diberangkatkan dari Lanud Raden Sadjad Ranai Natuna, Kepulauan Riau menuju Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta. Setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, mereka akan dijemput oleh perwakilan pemerintah Provinsi masing-masing untuk kemudian didampingi sampai ke kampung halaman.

Seperti dilansir RRI.co.id, World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia menilai positif kinerja cepat dari Pemerintah Indonesia terkait penyelamatan WNI dari ancaman wabah Virus Corona (2019-nCov) dengan proses yang tepat sesuai rekomendasi protokoler WHO. Selain itu, WHO juga berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia khususnyua Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Kementerian Kesehatan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta TNI atas kinerja yang luar biasa dalam rangka menjamin keselamatan dan kesehatan para warganya. (onox77.red)

POTENSI GERAKAN TANAH DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT BULAN JANUARI 2020

POTENSI GERAKAN TANAH DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT BULAN JANUARI 2020

Peringatan dini Potensi Gerakan Tanah di Provinsi Kalimantan Barat untuk Bulan Januari Tahun 2020 berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Data per Kabupaten/Kota sampai tingkat Kecamatan dapat di unduh melalui melalui link sebagai berikut : https://ejabpbdkalbar.com/download/91._GERTAN_KALBAR_JAN_2020.pdf

WASPADAI DAMPAK FENOMENA UDARA DINGIN DARI LAUT CINA SELATAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

WASPADAI DAMPAK FENOMENA UDARA DINGIN DARI LAUT CINA SELATAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa akan terjadi fenomena alam Cold Surge atau Seruakan Angin melalui Laut Cina Selatan. Cold Surge ini merupakan aliran udara dingin yang berasal dari daratan Asia kemudian menjalar memasuki wilayah Indonesia Bagian Barat.

Sumatra Barat akan mengalami intensitas hujan yang cukup tinggi karena menjadi gerbang masuk dari fenomena ini pada 5 Januari mendatang. Cold Surge ini nantinya akan bermuara di Samudra Fasifik, dimana jalurnya akan melawati kepulauan di Indonesia dimulai dari Sumatera Bagian Barat menuju Kalimantan kemudian akan sampai ke Samudra Fasifik dimana dampak yang akan ditimbulkan adalah adanya Peningkatan Curah Hujan di daerah tersebut.

Berdasarkan data prakiraan dari BMKG, Fenomena Cold Surge ini pergerakannya akan masuk di Provinsi Kalimantan Barat setelah tanggal 11 Januari hingga 15 Januari mendatang dengan pergerakan ke arah timur melewati bagian selatan lalu ke Kalimantan bagian timur. Untuk itu, Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Barat, CH. Lumano, menghimbau kepada BPBD Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat untuk melakukan Persiapan Dini terhadap Fenomena Cold Surge, dimana akan terjadi peningkatan intensitas curah hujan di Provinsi Kalimantan Barat mulai menjelang malam hingga dini hari, sementara pada pagi hari hingga menjelang siang cuaca masih tergolong aman. (onox77.red)

Update Bencana Indonesia 2019

Update Bencana Indonesia 2019

Infografis Bencana Indonesia 2019

Jumlah kejadian bencana 3.552 kali terdiri atas 1.238 kali puting beliung, 742 karhutla, 717 kali banjir, 678 kali tanah longsor, 123 kali kekeringan, 29 kali gempabumi, 18 kali gelombang pasang/abrasi dan 7 kali letusan gunung api.

  1. Jumlah korban akibat bencana 471 org meninggal, 107 org hilang, 3.377 org luka-luka dan 6.013.182 org menderita & mengungsi.
  2. Kerusakan rumah akibat bencana sebanyak 71.256 unit rumah terdiri dari 15.521 unit rusak berat, 14.332 unit rusak sedang, dan 41.403 rusak ringan.
  3. Kerusakan fasilitas akibat bencana sebanyak 1.976 unit terdiri dari 1.100 fasilitas pendidikan, 666 fasilitas peribadatan dan 210 fasilitas kesehatan.
  4. Kerusakan kantor akibat bencana sebanyak 265 unit dan jembatan sebanyak 429 unit.

RAKOR PERENCANAAN TEKNIS PENANGGULANGAN BENCANA PROV. KALBAR TAHUN 2019

RAKOR PERENCANAAN TEKNIS PENANGGULANGAN BENCANA PROV. KALBAR TAHUN 2019

Pontianak, 10 Desember 2019.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melaui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Perencanaan Teknis Penanggulangan Bencana Prov. Kalbar Tahun 2019 yang bertempat di Hotel Kapuas Palace Pontianak. Rakor ini diselenggarakan dalam rangka Sinergisitas perencanaan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yaitu antara BNPB, BPBD Provinsi Kalimantan Barat dan BPBD Kabupaten/Kota se Kalbar, dimana kegiatan ini difokuskan pada sinkronisasi kebutuhan program dan kegiatan penanggulangan bencana yang akan diusulkan kepada kementarian/Lembaga melalui e-planning dan musrenbang dalam rangka program prioritas RKP dan RKPD Tahun 2021 sub urusan bencana.

Kegiatan ini diikuti oleh BPBD Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat dan Seluruh Pejabat Struktural, Fungsional Umum, Fungsional Tertentu serta Tim Reaksi Cepat di Lingkungan BPBD Prov. Kalbar. Kegiatan ini di Buka oleh Pjw. Kepala BPBD Prov. Kalbar Bapak Eko Supriyanto., S.Sos., M.Si dan dilanjutkan dengan Pemaparan Materi terkait Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Sub Urusan Bencana oleh Pjw. Kepala BPBD Prov. Kalbar Bapak Eko Supriyanto., S.Sos., M.Si dan Arah Kebijakan Pembangunan Daerah Prov. Kalbar Sub Urusan Bencana Tahun 2021 oleh Kasubbag Renja & Monev BPBD Prov. Kalbar Bapak Supriyono., S.STP., M.Si.